Mahasiswa Tidak Menyangka Dosen AB Memiliki Bom

Share this Article

Sebagian mahasiswa IPB dan kerabatnya tidak percaya bahwa sesosok AB memilik bom, apalagi dia salah satu dosen terfavorit yang mampu menyihir mahasiswa tidak bosan belajar. Apalagi bahwa dosen AB dituduh merancang kerusuhan mujahid 212 dan kepemilikan bom.

Dilansir CNNindonesia, “Kalau mengajar dulu waktu saya jadi mahasiswa ya tidak ngantuk gitu, malah (beliau) jadi dosen yang ditunggu-tunggu,” kata Linda.

Ia menuturkan AB sering melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dan penelitian. Sontak, saat informasi penahanan AB tersebar di grup WhatsApp dosen, meninggalkan tanda tanya besar di kalangan dosen FEM IPB.

“Kami langsung kontak beliau, tapi sudah tidak bisa dikontak lagi. Telepon, dan apapun,” imbuh Linda.

Kepala Departemen Manajemen IPB Wita Juwita Ermawati juga melihat sosok AB sebagai dosen baik. Ia mengatakan AB seringkali mendapat penilaian tertinggi dari mahasiswa.

Kendati demikian, Wita menerangkan hanya mengenal AB dalam lingkup akademik. Ia tidak mengetahui hubungan AB dengan sosok di luar institusi pendidikan.

“Kiprah beliau di luar itu, memang di luar sepengetahuan. Artinya beliau dalam konteks tiga poin (tridharma) itu sangat baik,” kata Wita.

“Kami prihatin sekali, dan kaget lah ya,” jelasnya.

“Tahu-tahu (setelah penangkapan) langsung ditelepon sama Ibu saya, ‘Ini benar?’ ibu saya langsung nanya,” kata Randi sembari menirukan omongan sang Ibu.

Kepala Biro Humas IPB Yatri Indah Kusumastuti juga sempat menegaskan bahwa perilaku dari tersangka AB yang merupakan pengajar di IPB tidak memiliki kaitan dengan institusi kampus.

Randi menjelaskan sang Ibu terkejut dengan pemberitaan mengenai penangkapan seorang dosen yang bekerja di IPB. Terlebih, hal itu terkait dengan kepemilikan bom molotov dan juga perencana kerusuhan.

Setelah perbincangan tersebut, salah seorang pegawai dari Biro Komunikasi IPB sontak menyeletuk, “Kita korban”.


Share this Article


Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *