Magic 3D Art Tempatnya Kaum “Milenial”

Share this Article

Share this Article

Magic 3D Art menjadi destinasi wisatawan berbagai kalangan, dari anak-anak hingga orang tua. Bahkan menjadi salah satu museum pilihan di kota Jakarta.

Dibangun pada 7 Desember 2018 lalu, dan berlokasi di Jalan Kerta Niaga 1, Kota Tua, Jakarta Barat. Museum yang memberikan wisatawan berbagai lukisan tiga dimensi.

Pembuatan lukisan tiga dimensi ini dikerjakan oleh pelukis sudah lanjut usia dengan rata-rata umur 65 tahun. Seluruh lukisan tersebut dilukis memakai tangan bukannya stiker semata.

Dikutip Poskonews, “Kita memakai lukisan tangan asli yang dikerjakan oleh pelukis dari Korea 6 orang dan 3 orang pelukis dari Indonesia. Kita punya lebih dari 100 lukisan yang bisa dijadikan jadi objek foto,” ujar Rere.

Ia menambahkan, proses pengerjaan untuk museum tiga dimensi ini pun terbilang singkat, yakni hanya dalam tiga bulan saja, sebelum dibuka pada 7 Desember.

Menurutnya, setiap pengunjung rata-rata menghabiskan waktunya selama 90 menit di dalam museum tersebut. Lamanya waktu yang dihabiskan di dalam museum tiga dimensi ini dikarenakan banyaknya lokasi yang dapat digunakan untuk berfoto atau mengambil gambar.

Sebab, ada tujuh zona dan tiga ruang lainnya yang ditawarkan oleh Magic Art 3D Museum. Tujuh zona ini terdiri dari zona lukisan, satwa, lautan, rutinitas, dinosaurus, petualangan dan horor. Sedangkan tiga ruangan yang ditawarkan berupa Ames Room, Mirror Room, dan Optical Chair.

Dengan tema yang berbeda-beda di tiap zonanya, para pengunjung dapat mengeksplor serta mengambil gambar sebanyak mungkin. Maka tak heran jika animo masyarakat sangat tinggi bahkan sejak museum ini baru dibuka awal Desember lalu. Bahkan pada saat libur natal dan tahun baru, kata Rere, jumlah pengunjung tembus 5.000 per hari.

“Alhamdulilah ketertarikan masyarakat luar biasa. apalagi kita berada di kawasan kota tua yang memang setiap hari itu tidak pernah sepi pengunjung, pasti ada (pengunjung). Kalau hari biasa rata-rata 500 orang,” serunya.

Guna mengatasi kebosanan, pihak manajemen akan mengganti tema-tema dari Magic Art 3D Museum ini. Sehingga, para pengunjung yang datang pun dapat terus menikmati lukisan seni tiga dimensi yang disajikan. Dengan begitu, museum ini akan terus diminati oleh masyarakat.

“Rencananya ada tema-tema lain karena untuk menjaga kebosenan si visitors, karena kita di sini akan lama. Bukan hanya enam bulan, bukan hanya tiga bulan tapi kita jangkanya panjang sekali sih,” kata Rere.

“Mungkin temanya akan kita ganti, ga semuanya sih tapi paling nambahin ornamen apa atau misalnya dibikin gedung kebalik atau apa. Jadi kayak ditambah lah ya atau ada beberapa lukisan yang diubah,” jelasnya.

Untuk harga yang ditawarkan, tak perlu khawatir. Sebab harga yang ditawarkan tidak membuat calon pengunjung harus merogoh kocek terlalu dalam. Untuk harga tiket di hari biasa (Senin – Jumat) harganya berkisar Rp. 20 – 60 ribu, sedangkan harga tiket di hari libur (Sabtu – Minggu) harganya berkisar Rp. 30 – 80 ribu.

“Ada tiga kategori, untuk hari biasa Senin sampai Jumat, harga dewasa Rp 60 ribu, harga anak enam sampai 17 tahun Rp 40 ribu, harga balita tiga sampai lima tahun Rp 20 ribu. Kalau Sabtu sampai Minggu, dewasa Rp 80 ribu, anak Rp 60 ribu, dan balita Rp 30 ribu,” pungkas Rere.

Sumber: poskotanews
Foto: youtube

Share this Article

Share this Article


Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *