WhatsApp Mengancam Tindakan Hukum Pelaku Yang Menyalahgunakan Aplikasinya

WhatsApp telah mengancam tindakan hukum terhadap mereka yang secara terbuka menyalahgunakan platform pengirim pesannya, seletalh munculnya perusahaan yang mengiklankan produk untuk melewati pembatasan penggunaan.


Investigasi Reuters menemukan pada bulan mei bahwa klon dan aplikasi WhatsApp membantu para digital marketing dan aktivis politik India melewati pembatasan anti-spam dalam menjelang pemilu di India.

Sampai sekarang, WhatsApp telah memfokuskan tindakan hukum pada pelanggaran yang ditemukan berdasarkan bukti internal.

Namun perusahaan milik Facebook tersebut mengatakan bahwa mulai 7 desember 2019 akan mengambil tindakan bahkan jika suatu entitas hanya membuat kalim publik tentang penyalahgunaan platformnya.

Dilansir dari Reuters pada bulan mei melaporkan bahwa WhatsApp menjelang pemilu di India melalui penggunaan aplikasi klon gratis dan melalui software tools seharga 14 dollar yang memungkinkan pengguna untuk mengirim pesan WhatsApp massal secara otomatis.

Alat-alat yang dimaksudkan adalah untuk memotong pembatasan WhatsApp, yang telah diiklankan dalam video dan forum online yang ditujukan untuk pengguna di Indonesia dan Nigeria, yang dimana keduanya mengadakan pemilu tahun ini.

Reuters juga melaporkan bahwa beberapa perusahaan di India juga menawarkan kesempatan untuk mengirim pesan WhatsApp massal dari nomor anonim melalui situs web.

Memerangi spam telah menjadi masalah besar bagi WhatsApp, terutama di India, di mana ia memiliki lebih dari 200 juta pengguna.

Tahun lalu, pesan palsu yang beredar di WhatsApp memicu massa di India, setelah itu perusahaan membatasi pesan forward ke hanya lima pengguna.

WhatsApp mengatakan bahwa mereka juga akan terus melarang akun berdasarkan machine learning. WhatsApp mengatakan itu memblokir lebih dari 2 juta akun per bulan di seluruh dunia.

Sumber: MSN

One thought on “WhatsApp Mengancam Tindakan Hukum Pelaku Yang Menyalahgunakan Aplikasinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *