Robot Ambil Alih Manusia, Jadi Dirigen Orkestra!

Share this Article

Pada umumnya dirigen orkestra itu dimainkan oleh manusia, namun pertunjukkan opera kali ini, dipandu oleh robot yang layaknya seperti manusia.

Dirigen di podium tidak menggunakan tongkat, apalagi mengenakan jas, tetapi Android Alter 3 yang merupakan robot yang menarik perhatian publik karena mampu memandu orkestra.

Dilansir dari New York Post, robot ini layaknya manusia, memiiki tangan dan lengan bawah, yang mampu menggerakan tangan ke atas dan ke bawah, untuk menghibur pada pertunjukkan Opera Keiichiro Shibuya “Kecantikan Menakutkan” di Emirat Sharjah.

Menurut Shibuya, seorang komposer yang berasal dari Jepang, peran robot dalam kehidupan semakin meningkat, tapi itu tergantung pada kita untuk memutuskan kecerdasan dalam pengalaman manusia, untuk membuat karya seni bersama.

“Karya itu merupakan metafora hubungan manusia dan teknologi, terkadang android tak bisa terkontrol, orkestra manusia harus mengikuti. Namun, sejatinya manusia bisa bekerja sama dengan baik,” katanya.

Shibuya menulis musiknya, sedangkan android mengendalikan tempo dan volume dalam pertunjukan live, serta menyanyikan berkali-kali.

“Premisnya itu ditentukan android, yang bergerak sesuai dengan keinginannya sendiri,” ujar teknisi Kotobuki Hikaru.

Nah ini dia video pertunjukan orkestra yang diungguh di akun YouTube Opera Scary Beauty, sebuah robot memandu pemain orkestra dengan lancar.

Lirik karya ini didasarkan pada teks-teks sastra dari penulis “Beat Generation” Amerika William Burroughs dan penulis Prancis Michael Houellebecq.

“Robot dan AI yang ada sekarang sama sekali tidak lengkap. Fokus minat saya … adalah apa yang terjadi ketika teknologi yang tidak lengkap ini menyatu dengan seni, ”kata Shibuya.

Dari mereka yang menyaksikan pertunjukan tersebut, mendapatkan berbagai tanggapan yang beragam.

“Saya pikir ini adalah ide yang sangat menarik … kami datang untuk melihat bagaimana kelihatannya dan seberapa banyak … mungkin,” kata Anna Kovacevic.

Seorang penonton kedua, yang hanya menyebut namanya Billum, mengatakan setelah pertunjukan: “Anda tahu, seorang konduktor manusia jauh lebih baik.”

Meskipun dia tertarik pada AI dan mengantisipasi terobosan besar, dia menyimpulkan pada proyek: “sentuhan manusia hilang.”

Sumber
Foto: Youtube

Share this Article


Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *