Pekerjaan Manusia Digantikan Oleh Robot. Apakah Robot Kena Pajak?

Share this Article

Share this Article

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi selalu untuk membantu, disamping juga sebagai pengacau.

Revolusi industri pertama berhenti menggunakan tenaga binatang. Revolusi industri kedua menciptakan peningkatan besar-besaran penggunaan listrik dan produksi massal. Zaman komputer memperlihatkan peningkatan efisiensi dan semakin cepatnya percampuran informasi.

Revolusi industri keempat terkait dengan kecerdasan buatan (AI) dan robot. Diperkirakan akan mendasari perubahan keseluruhan sistem produksi, manajemen dan kepemerintahan.

Karena pekerjaan manusia dapat dilakukan oleh robot, angka pengangguran semakin tinggi.

Di AS, 48% pemasukan federal berasal dari pajak pemasukan perseorangan, dan 35% berasal dari pajak asuransi sosial – hanya 9% yang berasal dari pajak perusahaan.

Untuk menutupi kekurangan pemasukan dari pajak penghasilan, banyak pihak mendukung pengenaan pajak pada robot.

Saat ini, buruh manusia yang berpemasukan US$50.000 atau Rp717 juta di pabrik akan dikenakan pajak penghasilan, pajak tunjangan sosial. Jika robot melakukan hal yang sama, Anda akan berpikir kita akan memajaki robot pada tingkat yang sama,” kata Gates.

Miliarder teknologi, Elon Musk juga mendukung pemajakan robot.

Dasarnya sederhana. Robot dipajaki dan dananya digunakan untuk membiayai perawatan kesehatan dan pendidikan, atau bahkan penyediaan penghasilan dasar bagi semua orang.

Tahun 2017, Korea Selatan adalah negara pertama yang memperkenalkan pemangkasan pemotongan pajak pada otomatisasi untuk membantu perlambatan penggunaan teknologi yang mempengaruhi lapangan pekerjaan.

Sumber: bbc

Share this Article

Share this Article


Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *