Jangan Asal Bobol WiFi Tetangga, Bisa di Penjara, Loh!

Share this Article

Di zaman serba canggih, sebagian besar menganggap internet merupakan hal yang tak bisa dilepaskan dari keseharian. Apalagi mengingat di dunia ini tidak ada yang gratisan, akses internet pun membutuhkan biaya.

Harga pastinya tidak murah, untuk internet menggunakan paket data, itu biaya sekitar 50-100 ribuan itu juga tergantung pemakaian pengguna, atau bisa juga kamu memasang WiFi di rumah biaya mulai dari Rp 200.000 untuk 10 mbps.

Namun, pemakaian internet tak bisa terhindari mengingat segala informasi kita harus membutuhkan internet. Sehingga tak jarang orang nakal yang melakukan pencurian koneksi WiFi secara diam-diam atau gratis.

Apalagi cara-cara mencuri internet sudah ada videonya di YouTube, itu akan memudahkan si pencuri internet menjebol WiFi.

Nah, sekarang ada undang-undang pidana tentang mencuri WiFi loh! Jika kamu ingin melakukannya, mending dipertimbangkan, dari pada kamu tertangkat dan dijerat pidana! Nggak Percaya? Simak mengenai aturan pencurian WiFi.

Mengutip dari Hukumonline.com, perbuatan melawan hukum itu diatur dalam Pasal 1365 sampai dengan Pasal 1380. Apabila ada orang lain yang tanpa hak menyebabkan kerugian atas pencurian akses internet nirkabel, maka pelanggan berhak mengajukan gugatan atas dasar Perbuatan Melawan Hukum kepada si ‘pencuri’.

Menurut Pasal 1 angka 11 UU Telekomunikas, pelanggan yang dimaksud adalah perseorangan, badan hukum, instansi pemerintah, para pengguna jaringan telekomunikasi atau jasa telekomunikasi berdasarkan kontrak.

Pemakai adalah perseorangan, badan hukum, instansi pemerintah, yang menggunakan jaringan telekomunikasi dan atau jasa telekomunikasi yang tidak berdasarkan kontrak. 

Adapun aturan mengenai pencurian wifi diatur dalam Pasal 22 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi mengatur:

Setiap orang dilarang melakukan perbuatan tanpa hak, tidak sah, atau memanipulasi:

1. akses ke jaringan telekomunikasi; dan atau

2. akses ke jasa telekomunikasi; dan atau

3. akses ke jaringan telekomunikasi khusus.

Pasal 50 UU Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi memberikan sanksi pidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan atau denda paling banyak Rp600 juta terhadap pelanggaran atas ketentuan Pasal 22 UU Telekomunikasi.

Apabila seseorang mencuri wifi tetangga, akan dikenakan sanksi tersebut. Mengapa? Sebab, orang tersebut mencuri hak menggunakan internet milik orang lain yang menjadi pelanggan internet. Yang seharusnya memiliki hak adalah seorang pelanggan internet, bukan orang lain.

Bagaimana guys, apakah masih ingin mencuri WiFi tanpa persetujuan, sebaiknya segera urungkan niat tersebut sebelum terkena jeratan hukum Bagikan dan tulis komentarmu.

Sumber
Foto: google

Share this Article


Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *