Sanksi Bakal Berlaku, Bagi Pengendara Bermotor Yang Lewat Jalur Sepeda

Share this Article

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan masih banyak para pelanggar lalu lintas pengendara bermotor di jalur sepeda, yang baru dibuat.

Pernyataan Syafrin itu berdasarkan pantauan langsung saat melakukan uji coba fase tiga jalur sepeda di kawasan seperti Tomang, Kebon Sirih, Jatinegara hingga ke Sudirman. Namun, banyak pengendara bermotor yang melewati jalur tersebut.

“Kalau saya pantau dari semua, saya melihat memang masih banyak pelanggaran yang sifatnya hanya satu, dua, dan itu di jalur baru,” Kata Syafrin.

Namun, Syafrin kedepannya akan menegaskan, sanksi bakal berlaku kedepannya. Usai ditetapkan secara permanen pada 20 November 2019.

Pelaku pelanggaran tersebut akan dikenakan sanksi, berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019, pelanggar akan dikenakan pidana penjara maksimal 2 bulan atau dendan sebesar Rp 500 ribu.

Pengawasan dan penindakan dalam pelanggaran di jalur sepeda. Dina Perhubungan DKI Jakarta, akan bekerja sama dengan aparat kepolisian agar pengguna bermotor displin.

“Pengawasannya pasti kita kerja sama dengan kepolisian. Kemudian Dishub, tentu saja kami akan melakukan patroli secara rutin. Begitu terlihat pelanggaran pasti langsung kami tilang,” kata Syafrin.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta akan merencanakan pembangunan jalur sepeda pada 2022 mendatang, dengan anggaran yang tercatat Rp 73 miliar.

Pengajuan anggaran tercantum dalam Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2020.

Isi dokumen tersebut bertulis, ‘Pemeliharaan rekayasa lalu lintas di koridor busway’ nilai anggaran yang diajukan adalah 69.272.618.784, nilai sebelumnnya yang diajukan sebesar Rp 4.498.769.742, jika ditotalkan jumlahnya mencapai yang diajukan Rp 73 Miliar.

“Anggaran meningkat karena pihaknya berencana memperluas jalur sepeda 500 km,” ungkap Syafrin.

Recana tersebut sudah jalan sejak tahun ini melalui program pembangunan jalur sepeda sepanjang 63 km.

“Mata anggaran selanjutnya pembangunan rekayasa lalu lintas busway Rp 69 miliar. Ini adalah pembangunan jalur sepeda. Tahun ini dibangun 63 kilometer dari 500 kilometer,” ujar Syafrin di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (29/10/2019).

Share this Article


Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *