Viral! Gadis Jebolan The Voice Tega Aniaya Ibu Kandungnya

Share this Article

Gadis jebolan The Voice Indonesia, yang kini meranjak dewasa TH (17), ternyata kerap kali melakukan tindak penganiayaan terhadap ibu tercintanya, Alponia Gemuk (45).

Alih-alih sang ibu mendidik dan merawat kelak menjadi anak berprestasi, justru itu semua berbalik. Gadis asal Desa Tuatuka, Kecamatan Kupang Timur, NTT, malah tega menyiksa ibunya dengan memukulnya dan berani mendendang kepala ibunya sendiri.

Atas laporan penganiayaan, Polres Kupang bergegas untuk memanggil tiga saksi, guna pemeriksaan terhadap kasus tersebut pada Rabu (26/2).

“Menurut keterangan saksi, ibunya kerap kali mendapat perlakuan yang tak pantas dari pelaku”, ujar Paur Humas Polres Kupang, Aipda Randy Hidayat.

Akibat yang dilakukan gadis jebolan The Voice itu, ia mendapat tindakan oleh Unit Perlindungan dan anak (PPA) Polres Kupang.

Awal kejadian ini terungkap, adik pelaku kerap kali melihat, RH (16) karena berada serumah dan selalu melihat RH memukul dan menampar bahkan menendang kepala ibunya.

Namun sang ibu hanya bisa terdiam dan menangis tersiak-siak di lantai, melihat anaknya sendiri memberikan perlakuan yang sangat keji terhadapnya.

RH yang melihat ibu kandungnya tersiksa oleh kakaknya sendiri, langsung keluar dari rumah untuk meminta pertolongan agar penganiayaan untuk dihentikan.

Sementara tetangga yang mendengar RH teriak meminta tolong, langsung merekam kejadian tersebut dan mengungguh video ke media sosial, hingga viral.

Dalam video berdurasi 24 detik, tampak TH dan ibu kandungnya sedang bertengkar, sehingga penganiyaan itu terjadi.

Pertengkaran hingga sampai penganiayaan itu disebabkan karena ibu kandungnya diperintahkan oleh TH untuk menyiapkan pakaian karena ia berencana berjalan-jalan ke Kupang.

Namun, ibunya mengatakan kepada TH agar untuk bersabar karena sedang berada di dapur untuk menyiapkan makanan.

Dari situlah, TH yang tidak sabar langsung memarahi ibunya karena perintahnya tak langsung dikerjakan, kemarahannya itu menyebabkan ia tega menendang ibunya.

Polres Kupang tetap melanjutkan proses hukum kepada TH. Namun, pelaku tidak ditahan.

“Pelaku akan kami amankan 1×24 jam di Mapolres Kupang. Proses hukum masih kita lakukan, tapi TH akan dikembalikan ke keluarga untuk mendapat pembinaan,” kata Kapolres Kupang AKBP Aldinan RJH Manurung.

Pihak kepolisian masih memberi toleransi karena pelaku masih dibawah umur, jadi alasan untuk pelaku tidak ditahan.

Selain itu, setelah melakukan visum dan hasil penganiayaan yang dilakukan oleh TH menunjukkan tidak ada luka permanen yang diterima oleh ibu kandungnya.

Pelaku akan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak.

Untuk kedepannya pihak kepolisian tidak membebaskan sepenuhnya, nantinya akan ada pendampingan dari kepolisian serta dari keluarga.

“Kami tidak bisa menahan pelaku, karena adanya pengecualian atau alasan. Pelaku dipulangkan ke rumah, bukan berarti lepas dari hukum tapi kita akan proses sambil berjalan,” ungkap Aldinan.

Sementara itu, tetangga yang merekam video tersebut dan menyebar luaskan hingga viral, mengaku bahwa ingin membuat pelaku jera atas perbuatanya yang dilakukanya. Kini video yang sudah telanjur viral itu sudah dihapus, dan dilarang untuk disebarluaskan.

Sumber: berbagai sumber

Share this Article


Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *