TikTok Menjadi Aplikasi Yang Paling Banyak Diunduh Di Seluruh Dunia

Menurut situs analisis Sensor Tower, TikTok telah diunduh lebih dari 1 miliar kali secara global, melampaui Facebook dan Instagram dalam hal pemasangan aplikasinya pada tahun lalu. TikTok yang sudah berusia tiga tihaun ini dimiliki oleh ByteDance China, perusahaan baru dengan penilaian dengan penilaiannya lebih besar dari Uber. ByteDance didanai oleh investor papan atas seperti SoftBank.


TikTok diunduh 663 juta kali di seluruh dunia pada tahun lalu. Sebagai perbandingan, Facebook diunduh 711 juta kali pada tahun lalu, dan Instagram mengklaim 444 juta unduhan. Dan jumlah itu terus berdetak. TikTok mencatat 188 juta pemasangan lebih banyak dikuartal pertama tahun ini, hal tersebut membawa ke posisi teratas diantara aplikasi jejaring sosial.

Baca Juga  Pandora Meluncurkan Aplikasi Terbarunya Untuk Mac, Windows Coming Soon!

Angka TikTok sangat mengesankan, bukan hanya karena TikTok perusahaan muda, tetatpi karena mereka mengecualikan pemasangan Android Store pihak ketiga di China, yang berarti jumlah unduhan aktualnya lebih tinggi. TikTok disebut Douyin di China, Douyin adalah fenomena negara dimana Facebook dan Instagram dilarang.

Namun, TikTok telah mendapat kecaman dari para regulator pemerintah dan orang tua karena masalah privasi data dan beberapa kritikus menyebut sebagai praktik predator pada aplikasi mengenai anak-anak.

TikTok bukan aplikasi media sosial pertama yang dikritik karena kontroversi data privasi tentang anak-anak, berbeda dengan seperti media sosial lainnya seperti Facebook yang sekarang mulai bergeser ke arah komunitas yang memiliki privasi.

Baca Juga  Viral, Anak 18 tahun asal Tangerang ini diburu Mafia Dunia

Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa informasi dapat berpindah tangan sedkit lebih cepat, salah satunya alasan mengapa India yang menghitung 25% unduhan aplikasi TikTok, untuk sementara waktu telah melarang aplikasi tersebut pada bulan lalu karena kekhawatiran adanya konten pornografi. Namun selang beberapa waktu, Pengadilan India pun mencabut larangan tersebut dengan syarat platform tidak digunakan untuk meng-host video pornografi.

Sumber: MSN

Facebook Comments