Stop Bullying: Faktanya Bisa Bikin Orang Bunuh Diri

Share this Article

Sebagian orang pasti mempunyai karakter yang berbeda-beda, justru orang kerap tidak memperdulikan hal tersebut. Seperti Mengejek, mencela, dan mengucilkan adalah suatu perkataan membuat orang depresi.

Namun hal itu dilakukan oleh kalangan anak-anak dan dewasa, berhenti bullying! Karena dari bullying bisa membuat depresibahkan menemuka ide untuk bunuh diri.

Akibat bullying itu bermacam-macam, bisa mengalami kecemasan hingga depresi berat,” kata dokter ahli kesehatan jiwa Agung Frijanto.

Menurutnya, maraknya kasus bullying yang mengakibatkan gangguan mental bahkan tidak tertangani. Sebabnya remaja sering kali buka-bukaan tentang masalah yang dialami, namun terbalik pada orang tua dan guru yang mengabaikan hal tersebut.

“Banyak yang sukan bercerita masalah mereka. Gejala depresi disebabkan banyak diam dan sedih. Maka dari itu orang tua dan guru harus lebih peka pada kondisi ini,” ucap Agung.

Masalah bunuh diri merupakan penyebab kematian pada usia 15-29 tahun, informasi dari Data global dari WHO pada 2018.

Dilansir  CNN Indonesia, studi terbaru dari California Healthy Kids Survey pada 2019 menunjukkan, bullying memiliki efek jangka pendek dan jangka panjang bagi remaja. Remaja yang dirundung oleh teman-temannya karena alasan apa pun memiliki dampak kesehatan mental jangka panjang yang lebih buruk daripada anak-anak yang diperlakukan buruk oleh orang dewasa.

Remaja yang mengalami bullying lebih mungkin mengalami kecemasan, depresi, dan mempertimbangkan melukai diri sendiri dan bunuh diri di kemudian hari.

Untuk membendung gangguan kesehatan pada remaja ini, orang tua dan guru memegang peranan penting untuk mendidik anak agar bergaul tanpa bullying.

Remaja yang mengalami bullying juga harus mendapatkan perhatian agar trauma dan kecemasan bisa disembuhkan.

Sumber
Foto: google

Share this Article


Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *