Warung Kopi di Garut Terima Penitipan Suami dan Penangkaran Buaya

Share this Article

Share this Article

Kedai kopi yang berlokasi di pertigaan Jalan Pataruman di Kabupaten Garut sedang ramai di perbicangkan karena slogan yang nyeleneh.

Orang-orang mengira bahwa warung kopi itu adalah lokasi untuk menitipkan suami dan penangkaran buaya. Namun, jika masuk ke dalamnya, sebetulnya itu hanyalah tempat ngopi, namanya Kedai Dukun.

Buaya yang saya maksud itu adalah akronim dari ‘bikin usaha asal yakin saja’, bukan buaya asli sebagaimana dibayangkan,” kata Kuwu pemilik warung.

Adapun pemilihan frasa ‘Tempat Penitipan Suami’ berasal dari hasil pengalamannya saat bersama istrinya. Kuwu merasa kesal ketika menemani istrinya belanja di pasar atau salah satu pusat perbelanjaan. Hal itu yang membuat Kuwu untuk membuat waurng agar para suami bisa menunggu istri belanja.

Kopi yang ditawarkan di kedai Dukun itu berasal dari hasil tanam di kampung halamannya di Majalengka. Selain kopi, ada juga berbagai camilan dan makanan berat seperti nasi goreng. Harganya cukup terjangkau. Secangkir kopi Rp 12 ribu-Rp 18 ribu. Seporsi nasi goreng hanya Rp 12 ribu-Rp 18 ribu.

Sumber: kumparan.com

Share this Article

Share this Article


Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *