Yuk! Mencicipi Kuliner “Mie Janda” di Cibinong

Share this Article

Berawal dari pertemuan di teras mushola, empat pemuda ini lalu bertukar pikiran hingga akhirnya tercetuslah sebuah ide membuat sebuah kedai yang unik dan menarik.

Mereka pun berfikir kalau untuk keunikan itu seperti nama yang nyentrik sehingga mengundang kepenasaran. Menariknya karena kedai ini tersaji dengan menu yang beragam rasa tapi rasanya nikmat dan bermanfaat.

Ya, Mie Janda di Cibinong! Kabupaten Bogor, adalah tempat para kuliner dalam mencari target menu yang istimewa dan lezat.

Seiring waktu berjalan, berawal dagang menggunakan tenda di pekarangan pertokoan di Jalan Mayor Oking Cibinong, hingga kini sudah memiliki empat cabang dan siap untuk mengembangkan usaha dengan para calon usahawan.

Tidak di pungkiri lagi bermodal mini kini Mie Janda sanggup meraup keuntungan besar. Sedikit cerita, modal awal pada 2008 tadinya 25.000.000 dengan keterbatasan SDM sekarang justru sekarang sudah ada empat kedai serta memiliki 30 karyawan, bahkan sekarang penghasilan per bulan mencapai 250.000.000.

Dengan nama yang nyentrik, Mie Janda ini memiliki keunggulan hingga digandrungi banyak pengunjung. Nah, pemilik kedai ini mengaku bahwa strategi Mie Janda dalam persaingan yang makin kompetitif.

Pertama, Mie Janda lahir dari keberanian dan kreativitas empat pemuda yang tak sengaja kerap bertemu di salah satu musolah di Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, tak jauh ari Perumahan Ciriung Cemerlang.

Dengan kreativitas empat pemuda yang berasal dari Jawa dan Sunda itu ditunjukkan dengan gagasan-gagasan dari mulai pilih nama, cara bertahan, hingga sajian penganan yang selalu baru untuk disajikan bagi publik kuliner tanah air.

Kedua, nama “Janda” yang sungguh menggoda. Pilihan “Janda” sejatinya sempat ditentang oleh sebagian warga dan pelanggan. Bahkan, tidak sedikit yang meninggikan nada emosi agar nama “Janda” tidak disematkan sebagai merk dagang.

Ketiga, bahan yang digunakan Mie Janda serba alami dan masih segar. Mie Janda mengusung misi mulia dan tidak sekadar mencari keuntungan saja. Kemulian itu salah satuya mewujud dalam pilihan bahan yang ramah lingkungan dan menyehatkan bagi pelanggan.

Keempat, Mie Janda sering melakukan kegiatan amal seperti kegiatan sosial dalam berbagi rejeki untuk warga sekitar yang membutuhkan. Kegiatan amal bukan semata dalam menggugurkan kewajiban zakat tapi agar usaha mereka bermanfaat dan berdaga guna untuk masyarakat.

Kelima, pemberian nama menu makanan yang nyentrik hingga menggelitik. Nama merupakan perwakilan citra diri, jadi dari nama itu menjadi sebuah penangan ciri yang mandiri, begitu pula dengan menu-menu yang disajikan di Mie Janda.

Mangga, kita lihat bersama: Janda Pedas (Mie Ayam Jamur Bumbu Pedas), Janda BT (Mie Ayam Jamur Baso Tahu), Es Duda (Es Madu dan Kelapa Muda), atau Es Jejaka (Es Jeruk jeung Kalapa).

Dengan berbagai pilihan menu yang unik dan sesuai dengan bahan makanan hingga minuman, pastinya akan mudah diingat pelanggan. Bahkan menu ini tak sedikit orang dikabarkan ulang ke rekan-rekannya.

Itulah sedikit cerita awal mula terbentuknya Mie Janda di Cibinong. Untuk jadwal kedai ini setiap hari Senin-Minggu, jam 09-22.30 Mie Janda setia menanti Anda. Agan-agan hendak mencoba, tolong hati-hati……..bisa-bisa malah ketagihan.

Sumber

Share this Article


Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *