Usai Berkencan, Pria Gugat Rp2,6 Miliar Akibat Virus yang Ditularkan

Share this Article

Setelah melakukan kencan, bukanya bahagia justru pria asal Inggris ini melaporkan perempuan yang ia ajak kencan karena telah menularkan penyakit.

Setelah melakukan ciuman, pria tersebut pun terkena penyakit yang ditularkan oleh kencanannya. Bahkan tak tanggung-tanggung, pria menuntut rugi 136.328 Poundsterling atau setara Rp 2,6 miliar.

Mengutip News.com.au, pria bernama Martin Conway trauma dengan apa yang dialami, berawal dari pertemuan yang romantis hingga mendapatkan ‘virus seumur hidup’, sebelumnya mereka berkenalan di situs kencan yaitu Meetup.com.

Setelah pertemuan, mereka akhirnya berkencan dengan Jovanna Lovelace, pria 45 tahun ini pertama melihatnya sudah jatuh hati. Tapi yang mengejutkannya, bukanya kebahagiaan tapi justru gejala dlu serta sariawan setelah berkencan bersamanya.

Conway juga mengklaim merasa terlalu takut untuk keluar dari rumah. Ia tak bisa lagi bersepeda lantaran khawatir dengan panas yang berujung pada stres.

Sampai saat ini kondisinya yang kesehariannya sebagai pelatih pribadi harus merelakan impian sejak lama yaitu menjadi pengacara karena takut meninggalkan rumah.

Conway mengatakan bahwa Lovelace lupa sebelum melakukan ciuman, dia tak memberitahu kalau dirinya memiliki virus harpes simpleks (HSV).

“Saya kesal, marah dan sangat bingung,” ujar Conway saat ditanya responnya mengetahui telah tertular virus tersebut.

Saya menginginkan keadilan dan saat itulah saya memutuskan untuk mengambil tindakan hukum terhadap responden atas penyakit yang dideritanya kepada saya.” katanya.

“Tuntutan ganti rugi diklaim Conway sebagai bantuan atas biaya terapi yang ia butuhkan hingga 79 tahun, serta atas kehilangan pendapatan akibat tertular penyakit tersebut.

Meski begitu, pihak pengacara Lovelace tak tinggal diam akan menuntut balik karena itu merupakan hal yang aneh, bahkan itu adalah penyalahgunaan proses pengadilan, terkait suka sama suka.

“Pernyataan tersebut diungkapkan setelah pihak pelapor yang mengadukan klaim karena alasan yang tak masuk akal,” tutur pengacara.

Karena nasi sudah jadi bubur, akhirnya kasus tuntutan itu akan diselenggarakan di persidangan pada akhir tahu, dengan kasus unik akibat ciuman.

Sumber

Share this Article


Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *