Ternyata Cinta Itu, Bisa Bahagia Bisa Bikin Gila!

Share this Article

Rata-rata pria itu lebih mudah jatuh cinta dibandingkan wanita, dan mereka biasanya lebih pertama dalam mengatakan “Aku Mencintaimu.”

Namun, jika sudah mengikuti jalan yang sama, kerap kali kita kehilangan akal untuk sementara waktu atau lupa diri akan batas berfikir. Para peneliti di Universitas Leiden mengklaim bahwa orang yang sedang jatuh cinta terkadang tak terkendali atas tindakan mereka.

Nah, ini beberapa bukti-bukti bahwa cinta benar-benar buta dan bisa membuat seseorang tidak terkendali untuk melakukan sesuatu atau bisa dibilang “Bodoh”.

Jatuh cinta membuat kita lebih bahagia

© Beyond borders / Paramount Pictures

Sebagian besar orang menganggap bahwa hubungan pertama itu merupakan cinta yang penuh gairah, bahkan tahap ini merupakan tanggung jawab atas ketertarikan antara 2 orang yang saling mencintai.

Para ilmuwan menjelaskan bahwa saat jatuh cinta, orang bisa mengalami perubahan intens dalam emosi mereka. Itulah yang membuat kita dipenuhi kegembiraan dan euforia yang sangat luar biasa, bisa membuat orang jauh lebih bahagia.

Cinta memengaruhi kemampuan mental kita

© Cruel Intentions / Columbia Pictures

Para peniliti mengatakan bahwa jatuh cinta itu sangat mempengaruhi kemampuan mental kita. Pernah dilakukan ercobaan dengan 43 remaja yang telah jatuh cinta dari satu atau enam bulan.

Kemudian peserta diminta melakukan tes sebelum dan sesudah dengan suasana hati yang asyik serta memikirkan orang-orang yang mereka cintai. Sementara dalam suasana hati romantis, para peserta menunjukkan hasil yang buruk.

Menariknya, efeknya sama untuk pria dan wanita, jadi bisa mempengaruhi semua orang dan mengurangi kemampuan dalam berbagai cara, bukan hanya tugas tertentu.

Para peneliti juga mengatakan aspek dalam tahap awal hubungan romantis, kita jadi sangat memperhatikan orang kita cintai, konsentrasi kita tergantung untuk melakukan tugas yang sederhana, apalagi dalam tugas pekerjaan atau studi, sangat berkurang. Nah, itu jelas cinta itu dapat mengubah mental kita.

Kebahagiaan hanya sementara

© sophiet / Instagram

Seiring berjalannya waktu, cinta yang penuh gairah bisa menurun dan berubah drastis. Cinta yang selama ini seakan-akan menemani sehari-hari, menjadi tidak komitmen.

Setelah transisi ke hubungan yang tidak stabil, kontrol diri akan meningkat dan mereka yang menjalani hubungan selalu berfikir negatif, sadar atau tidak hubungan yang selama ini dijalankan menjadi sia-sia karena tidak ada komitmen yang mengarah pada keseriusan.

Apakah kamu cenderung kehilangan akal saat jatuh cinta? Apakah kamu punya cerita lucu tentang itu? Silakan bagikan dalam komentar untuk sedikit tertawa.

Sumber

Share this Article


Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *