Ternyata Anjing dan Kucing, Tersinggung Saat Dipanggil “Hewan Peliharaan”

Share this Article

Jangan pernah memanggil hewan dengan sebutan “hewan peliharaan” itu bisa merendahkan hewan itu. Menurut People for the Ethical Threatment of Animals, mengatakan bahwa panggilan itu bisa mempengaruhi hewan tersebut.

Perwakilan PETA, Jennifer White, menyarankan agar para kamu pecinta hewan untuk mengganti panggilan kepada hewan dengan sebutan lebih terhormat, karena hewan seperti kucing dan anjing itu bisa memahami gerak gerik manusia.

Berseru akan memberikan penjelasan terhadap hak asasi hewan menurut aktivis. Nah, inilah merupakan kata-kata yang dapat menyinggung hewan, dan cara untuk memperlakukannya.

Kata “hewan peliharaan” itu ofensif

© MohamedMostafa4 / imgur

Aktivis hak-hak binatang menyarankan agar tidak menggunakan kata “hewan peliharaan” saat merujuk pada hewan yang kamu miliki. Menurut pendapat mereka, itu ofensif dan “menggurui binatang”, selalu berfikir, untuk tidak membedakan untuk menjadi makhluk hidup.

Kata “hewan peliharaan” itu berarti ada yang memilikinya, seperti mobil

© unsplash.com

PETA percaya menggunakan kata “hewan peliharaan” bisa membangkitkan asosiasi dengan benda mati, bahkan hewan tersebut dapat dibuang. Tapi, tetap banyak orang yang berfikir bahwa hewan merupakan mainan seperti benda yang dimiliki.

Seperti contohnya, pada bulan Desember lalu, sebagian orang menerima kejutan berupa anak anjing sebagai hadiah mereka. Kemudian, pada bulan Januari, penampungan dipenuhi dengan hewan yang tidak diinginkan ini.

“Sahabat” atau “teman” lebih inklusif

© chrishemsworth / instagram

Hewan seperti kucing dan anjing itu dapat memahami sebuah intonasi tuanya, membaca emosi, bahkan secara umum mengerti apa yang kita maksud ketika kita berbicara kepada mereka.

Oleh karena itu, kita harus menyesuaikan cara kita untuk merujuk kepada hewan tersebut, itu merupakan ide yang bagus.

Misalnya, saat kita menyebut hewan itu dengan sebutan “teman” atau mengubah kata “dia”, bukan “itu”, nah itu dapat menempatkan hewan tersebut ditingkat, layaknya manusia.

Itu merupakan sesuatu cara untuk mengubah kehidupan hewan tersebut, mungkin untuk mencegah kasus peternakan hewan serta mengabaikan. Perilaku seperti itu juga bisa dicontoh oleh anak-anak, sehingga lebih bisa menghormati teman hewan yang memiliki jiwa dan perasaan, seperti manusia.

Kami pikir, jika kamu dapat memanggil hewan yang kamu miliki dengan panggilan terhormat, akan merubah perilaku dan sikapnya terhadap pemiliknya? Berikan pendapat kamu tentang ulasan di atas ini.

 Sumber

Share this Article


Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *