Orang Tua Tega Kurung Anaknya Bertahun-tahun Karena Suka Hirup Bensin

Share this Article

Miris kisah remaja ini karena bertahun-tahun hanya menikmati suasana di balik pintu besi di rumahnya. Pemuda berinsial BA (19) ini dikurung lantaran memiliki keanehan tak seperti orang pada umumnya, karena dia hobi menghirup bensin.

Pria asal Desa Troketon, Pedan, Klaten, telah menghahiskan waktunya di rumah selama bertahun-tahun. Hmm… Kebayangkan bagaimana rasanya? Tanpa bersosialisasi dengan orang luar.

Ibunya BA yang bernama Eni Lestari menceritakan semua kelakuan anehnya yang senang menghirup bahan bakar kendaraan. Karena kebingungan atas perilaku aneh yang dilakukan putranya, lantas membuat Eni mengurung di dalam kurungan yang berada di rumahnya.

Eni mengaku kalau anaknya sedang kumat itu bisa membahayakan orang lain, seperti menganggu pengendara yang lewat demi mencium aroma bahan bakar kendaraan itu. Akibatnya, warga setempat kerap kali mengira bahwa BA adalah seorang pencuri kendaraan, karena sering mengejar orang pengendara yang lewat.

“Sukanya mengejar orang yang sedang berkendara untuk menghirup bensin, salah satu cara ya saya kurung,” kata Eni Lestari seperti dikutip dari Detik.

Terkadang pengendara salah sangka kepada BA, karena mengejarnya, dikira mau curi motornya. Padahal cuma mau hirup udara bensin motornya, bahkan pernah dipukuli orang.

Eni mengaku, sebelum keanehan ini terjadi BA selama dilahirkan pada 2001 silam merupakan anak yang normal pada umumnya. Namun, perilaku aneh ini terjadi saat BA menginjak usia tiga tahun, yaitu suka menghirup bensin.

“Kami mengetahui keanehan itu sejak BA berusia 3 tahun, tapi setelah tumbuh besar kelakuan aneh itu tidak hilang,” tutur Eni.

Selain itu, Eni membeberkan kalau BA sering kali marah tak jelas bahkan ngamuk tak terkendali jika tak menemukan bensin. Tanpa disadari Eni, BA kerap kali berjalan ke desa-desa demi mencari bensin atau bahan bakar kendaraan untuk dihirupnya.

Atas perilaku aneh itulah yang mengharuskan Eni dan suaminya mengurung BA di kamarnya sejak 7 tahun silam agar tidak terjadi kerusuhan yang dilakukan oleh putranya. BA sebenarnya sudah dibawa ke RSJ, tapi sayangnya tidak ada perubahan terhadap putranya.

“Kalau dilepas pastinya akan mencari bensin, itu pun cuma bensin tidak aneh-aneh tapi orang kan mengira macem-macem. Tapi dari pada dipukuli orang, mending saya kurung,” ujar Eni.

Pernah dua bulan di RSJ, tapi selama dua bulan itu putranya tidak membaik dan akhirnya dibawa pulang, untungnya biaya gratis karena pakai BPJS.

Sumber

Share this Article


Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *