Niat Selidiki Virus Corona, Dokter China Justru Ikut Terinfeksi

Share this Article

Baru-baru ini seorang dokter China telah menyelidiki wabah virus yang mematikan di pusat kota China dan mengaku bahwa dirinya terinfeksi.

Kepala Departemen Pengobatan Paru di Peking Universitas First Hosipital di Beijing, Wang Guangfa adalah salah satu dari tim ahli sejak awal bulan ini telah mengunjungi Wuhan, di mana ini adalah tempat virus corona berasal.

“Saya terdiagnosa dan sampai saat ini kondisi saya baik-baik saja,” kata Wang kepada Cable TV Hong Kong.

Pejabat mendapat informasi bahwa virus corona ini dapat menular ke sesama manusia dan hampir mirip dengan flu, hingga sampai kini korban meninggal bertambah enam orang, dari jumlah kasus virus corona yang informasikan naik menjadi lebih 300 kasus, sampai saat ini 15 petugas medis juga ikut terkena infeksi akibat virus tersebut.

Wang melakukan penelitiannya tentang infeksi saluran pernapasan berat (SARS), mengatakan bahwa dirinya telah perawatan medis serta mendapat suntikan. Namun, dari cerita tersebut ia tak dapat menceritakan bagaimana tentang dirinya terkena infeksi virus tersebut.

“Saya tidak ingin semua orang terlalu mencemaskan tentang kondisi saya,” katanya.

Pada 10 Januari, Wang mengatakan kepada media pemerintah karena wabah virus corona dapat terkendali, bahkan sebagian para pasien menunujukkan gejalan ringan serta dari beberapa pasien sudah diperbolehkan pulang.

Namun, sayangnya Wang sudah tak bisa dihubungi lagi oleh Reuters pada Selasa.

Disisi lain, Badan Kesehatan Dunia (WHO) membeberkan pertemuan secara darurat untuk membahas adanya wabah virus corona di China.

Berbagai macam seruan itu muncul, setelah China mendapatkan laporan kematian akibat virus 2019-nCoV yang berasal dari Kota Wuhan, China.

Lewat Twitter-nya, WHO mengatakan jika Direktur Jenderal, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus akan mempimpin pelaksanaan pertemuan di Jenewa pada Rabu (22/1).

“Komite Darurat tentang #coronavirus [2019-nCoV] akan memastikan apakah wabah tersebut merupakan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional, dan rekomendasi apa yang harus dibuat untuk mengelolanya,” jelas badan itu.

Sumber
Foto: google

Share this Article


Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *