Kisah Yernis PKL, Di Luar Kami Mati Corona, Di Rumah Kami Mati Kelaparan Pak!

Share this Article

Dampak virus Corona atau Covid-19 sangat mempengaruhi ekonomi berbagai negara. Tak hanya perusahaan-perusahaan yang memberhentikan bisnis sementara waktu, tapi rakyat kecil seperti pedagang kaki lima yang mencari rezeki di jalanan.

Mau tak mau, mereka berhenti sementara untuk upaya memperkecil penularan Covid-19 ini. Apalagi pemerintah mengeluarkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Pemerintah memang menjanjikan bantuan untuk rakyat-rakyat dalam masa PSBB, meski begitu masih ada beberapa yang belum mendapatkannya. Seperti kisah seorang ibu yang bernama Yernis, baru-baru ini viral di medsos karena aksinya ketika tertangkap kamera karena masih berjualan di saat PSBB diperlakukan.

Melihat video ibu Yernis ketika ditertibkan oleh petugas keamanan, karena masih kekeh beraktivitas berjualan. Dalam video ini juga terlihat ibu Yernis, memberikan cuitan yang membuat hati tersentuh kepada petugas serta publik.

Tak lama kemudian, Yernis pun dipanggil pada acara Karni Ilyas di Indonesia Lawyers Club. Di acara inilah, Yernis menceritakan semua kisahnya kepada pembawa acara ILC tersebut dengan bercucuran air mata.

Nah, ada beberapa kata yang sangat menyentuh publik dan Yernis mewakili kesedihan yang dialami rakyat kecil. Bukan tak ingin mematuhi imbauan pemerintah, tapi Yernis merasa dirinya terdesak oleh keadaan ekonomi yang memaksa dirinya harus terus bergerak.

Tak ada pilihan lain selain tetap nekat berjualan meski harus menghadapi resiko bakal ditertibkan oleh petugas. Sebagai pedagang kaki lima, Yernis mengaku jika dirinya telah berada di rumah selama 10 hari. Tanpa ada pemasukan sama sekali.

Dengan menitikkan air mata, Yernis menjelaskan juga tentang cicilan yang selama ditanggungnya. Wacana dalam keringanan cicilan beberapa waktu lalu tidak ia dapat, bahkan ia tetap membayar cicilan rumah ke BTN.

Setelah video viral di medsos, Yernis mendapatkan bantuan dari pihak kecamatan dan kepolisian berupa sembako. Dirinya memang sangat bersyukur, tapi Yernis menyayangkan melihat fenomena ini. Mungkin setelah video ini saya diberikan bantuan, tapi nasib PKL yang mungkin tak seberuntung saya.

“Saya mewakili rakyat kecil khususnya PKL, mohon bantuan dikirim merata pak. agar semua mendapatkan dan kami semua mematuhi kebijakan pemerintah,” tutur Yernis.

Semoga dengan adanya video seperti ini, ada banyak orang yang memiliki ekonomi berkecukupan untuk membantu meringankan rakyat kecil.

Sumber

Share this Article


Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *