Janda Dengki Lihat Ayah Bahagia, Perut Kembung Seperti Ibu Hamil

Share this Article

Nasib miris dirasakan pemuda di Malaysia yang bernama Nazim, sejak ayahnya Arshad Ibrahim yang dilanda peyakit misterius. Pria berusia 28 tahun ini mengaku kalau kesengsaraan keluarganya dialami sejak 2014 lalu.

Pemuda asal Malaysia Utara itu, pada awalnya sebelum kesengsaraan datang, keluarganya baik-baik saja bahkan bisa dibilang bahagia. Ibu serta ayahnya adalah seorang penyang bahkan dua adiknya terlihat selalu ceria.

Nazim menuturkan bahwa ayahnya merupakan tulang punggung keluarga, namun dirinya pensiun pada tahun 2014. Meski dikenal dengan sifat tegasnya, tapi dia sangat ramah terhadap warga kampung.

Ayahnya sekarang berkebun di belakang rumah dengan menanam bermacam-macam sayuran itu dia lakukan setelah pensiun. Ayahnya bisa dbilang dari keluarga yang tak bisa berdiam diri di rumah.

“Ayahnya sempat berkata kepada saya, lebih baik lelah serta keluar keringan untuk berkebun dari pada hanya duduk manis di rumah saja,” kata Nazim.

Meski sudah dikategorikan tua dengan usia 60 tahun, tapi tubuhnya masih sehat bahkan sama sekali tidak memiliki riwayat penyakit kronis. Nazim juga mengatakan kalau ayahnya selalu menjaga kesehatan serta menjaga gizinya, wajar ya kalau tubuh ayahnya lebih segar darinya.

Namun pada akhir 2014, tiba-tiba ayahnya jatuh sakit tanpa ada tanda-tanda yang mencurigakan. Bikin kagetnya, penyakit yang dideritanya tak lazim, bayangkan saja perutnya membesar seperti orang hamil.

“Sejak akhir 2014, ayah jatuh sakit. Dia menderita penyakit yang jarang ditemukan, perutnya membesar seperti orang mengandung,” ujar Nazim.

Bahkan sudah beberapa kali dibawa ke rumah sakit oleh keluarganya, tapi tetap saja dokter yang memeriksanya tak bisa mendeteksi apa yang terjadi dan penyakit apa yang diderita ayahnya.

Hingga akhirnya keluarganya tak bisa berbuat apa-apa, lalu membawa pulang ayah Nazim dari rumah sakit.

“Semenjak itu, ayah tak bisa tidur serta perutnya merasa kesakitan. Bahkan lebih ngerinya, matanya terbuka tapi terlihat seperti melihat langit-langit rumah.

“Mulutnya meracau sambil sesekali bilang panas dan sakit. Pikiran kami buntu, dan kami hanya bisa menangis ketika melihat penderitaan ayah,” jelas Nazim.

Setelah perawatan rumah sakit tak kunjung juga mendapat kabar baik, akhirnya paman Nazim memberikan usul, agar ayahnya dibawa ke ustadz untuk menjalani pengobatan alternatif Islam.

“Kaget! Ternyata beberapa ustadz yang datang ke rumah memeriksa ayah, menyebut bahwa penyakit yang diderita itu kiriman orang. Kami sangat tak menyangka, ada orang yang tega kepadanya dan sekeluarga mengaku bahwa tak memiliki musuh atau bertengkar dengan orang lain,” tutur Nazim.

Keluarga Nazim hanya minta agar ayahnya sembuh saja. Mereka tidak mau tahu siapa yang melakukan hal keji itu terhadap ayah.

Selama menjalani pengobatan alternatif Islam, berbagai hal aneh sering ditemui di kebun rumah. Mulai ditemukannya bungkusan kuning hingga tanah kuburan.

“Kadang-kadang saat malam tiba, saya pernah lihat sosok misterius berdiri di sebelah pohon pisang di kebun ayah. Tapi saya buat tidak pernah melihatnya,” kata Nazim.

Seiring berjalannya waktu, setelah tiga bulan menjalani pengobatan alternatif, kondisi ayah Nazim berangsur membaik.

“Ayah awalnya diam dan seperti mau menangis. Namun setelah itu ayah bilang memaafkan perempuan itu. Ayah bahkan minta maaf jika ada anggota keluarganya pernah menyakiti orang lain,” kata Nazim.

Wanita itu semakin merasa bersalah. Dia mengaku iri dengan kehidupan keluarga Nazim karena anak-anak hidup bahagia.

“Wanita berusia 50-an itu sebenarnya adalah seorang janda dengan dua anak, tetapi telah ditinggalkan oleh mantan suaminya,” kata Nazim.

Sejak wanita itu meninggalkan kampung, Nazim bilang ayahnya tidak lagi sakit dan mengalami kejadian aneh.

Sumber

Share this Article


Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *