Hewan Aneh Di Sungai Yang Makan Batu

Share this Article

Cacing aneh yang ditemukan peneliti, memiliki nama latin Lithoredo abatanica. Keunikan seekor cacing ini adalah ia tumbuh dengan memakan batu.

Namun peneliti belum mengetahui, cacing yang makan batu itu terdapat nutrisi apa sehingga usus mereka bisa membantu melepaskan nutrisi serta memecahkan batu tersebut.

“Kami ingin mengetahui, bakteri apa yang hidup di dalam hewan ini, apakah mereka memberi nutrisi, inilah penelitian yang kami sedang fokuskan,” ujar Reuben Shipway, peneliti dari Marine Science Center.

Penampakan cacing ini beda dengan yang lainnya, Lithoredo abatanica berbentuk agak besar serta transparan, menurut Shipway, cacing ini merupakan jenis cacing kapal. Mengapa disebut demikian, karena cacing kapal itu memakan kayu kapal, sedangkan kayu sulit dimakan.

Meski tak terlihat jelas, cacing-cacing ini memiliki gigi kecil dan tajam, untuk membuat lubang. Kemudian kayu yang dimakan akan dicerna di dalam usus, berbeda dengan Lithoredo abatanica yang memakan batu, bisa dibilang prosesnya sama seperti cacing kapal.

Mulanya, Shipway bersama timnya kaget setelah mendengar cerita warga yang ada di Bohol, Filipina, karena ada cacing pemakan batu. Warga setempat menyebut cacing itu dengan ‘antingaw’ rupanya cacing-cacing tersebut dimanfaatkan untuk bahan makanan yang dianggap baik untuk ibu menyusui.

Shipway mengatakan bahwa sebenarnya ada sejumlah hewan kecil yang suka memakan batu.Tapi jenis cacing Lithoredo abatanica merupakan hewan satu-satunya yang makan serta membuat lubang pada batu.

“Cacing Lithoredo abatanica menghancurkan batu, kemudian mencernanya. Setelah dicerna lalu dikeluarkan menjadi pasir halus,” ungkap Shipway

Lithoredo abatanica membuat lubang-lubang sekaligus menjadikannya habitat hewan lainnya yang hidup di sungai, seperti ikan dan kepiting.

“Cacing Lithoredo abatanica memiliki peran penting di habitat sungai, bahkan bisa dibilang hewan sangat langka yang menjadi bagian penting di dalam lingkungan air tawar,” tutupnya.

Sumber

Share this Article


Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *