Gadis Cantik Perias Jenazah dari Johor Bahru

Share this Article

Terkadang menekuni sebuah hobi merupakan kegiatan yang kita impikan, tapi tidak buat wanita ini, loh. Bayangkan saja, dia menjadi makeup untuk jenazah bukan hal biasa yang dilakukan oleh kalangan muda, bahkan hobi ini menjadi pekerjaannya.

Song Jia Wen yang berusia 20 tahun ini memilih menjadi perias jenazah untuk melakukan kegiatan yang diidamkan atau hobinya.

Dilansir dari Wolrd of Buzz, Jia telah menekuni pekerjaan ini ketika masih duduk di bangku SMA. Dirinya juga bergabung dengan industri pemakaman serta rela mengabdikan dirinya untuk merias wajah orang yang sudah meninggal dunia.

Ketika Jia beranjak remaja sekitar 15 tahun, dia tinggal di Johor Bahru saat itu dirinya sedang menonton film dokumenter tentang makeup artist asal Taiwan yang bekerja sebagai perias jenazah.

Saat usia Jia masih 15 tahun, dirinya tinggal di Johor Bahru. Ketika itu, ia sedang menonton film dokumenter tentang makeup artist asal Taiwan yang bekerja sebagai perias jenazah, karena film tersebut munculah kesan tersendiri untuk wanita ini menekuni profesi makeup artist.

Setelah lulus SMA, Jia yang saat itu berhasrat untuk menjadi makeup artist lalu memutuskan untuk berlatih. Bahkan tak tanggung dia merasa amat senang sekali ketika dirinya berhasil menyelesaikan pelatihan secara profesional.

“Saya merasa senang, karena bisa membantu jenazah beristirahat dengan tenang bahkan dapat membuaskan pihak keluarganya melalui riasan saya,” ujar Jia kepada Sin Chew Daily.

Jia juga sangat bahagia, sebab kedua orang tuanya telah membebaskan dirinya untuk menjadi apa yang diinginkan, bahkan selalu mendukung penuh profesi yang dipilihnya.

“Awalnya ibu tak mengizinkan ketika saya bekerja paruh waktu saat SMA, setelah lulus dan memutuskan berlatih menjadi penata rias jenazah. Kedua orang tua saya sama sekali tak berkomentar tentang apa yang saya tekuni, bahkan mereka justru memuji jika pekerjaan saya adalah hal yang hebat dan sakral,” ungkap Jia.

Dia juga menceritakan jika dirinya harus selalu bersiaga 24/7 serta tak bisa berlibur. Bahkan ketika Jia pergi bersama temannya, mau tak mau untuk mengaktifkan selalu teleponnya.

“Kadang-kadang saya mendapat telepon secara mendadak pada tengah malam. Setelah itu, saya pergi (untuk merias jenazah) lalu orang tua selalu khawatir dengan keamanannya saya,” tuturnya.

Jia saat ini sedang berencana melanjutkan studinya di Taiwan, hal tersebut dilakukan karena demi meningkatkan keterampilannya sebagai makeup artist jenazah. Meskipun beban pekerjaan itu terbilang sangat berat, tapi dia merasa sangat senang dan berterima kasih telah memberikan kesempatan untuk pekerjaan ini.

“Ketika dari pihak jenazah mengucapkan ‘terima kasih’, saya merasakan kerja keras saya tak sia-sia,” katanya.

Sumber

Share this Article


Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *