FBI Mendakwa Para Hacker China Atas Peretasan Kriminal Terbesar Dalam Sejarah Kesehatan AS

Share this Article

Pada hari Kamis, FBI mendakwa kelompok hacker China yang melakukan salah satu peretasan kriminal terbesar dalam sejarah perawatan kesehatan Amerika Serikat yang mengakibatkan 79 juta orang informasi pribadi mereka dicuri.

Dalam dakwaan empat hitungan yang dikutip oleh FBI, para petugas menuduh Wang Fujie, 32, dan seorang pria lain belum diketahui namanya mengganggu sistem komputer AS, termasuk Anthem, perusahaan raksasa asuransi kesehatan, dan tiga bisnis lainnya antara Februari 2014 dan Januari 2015.

Pertama kali dilaporkan pada Februari 2015, pelanggaran Anthem memaparkan informasi pribadi yang sensitif sebanyak 80 juta orang Amerika. Menurut dakwaan, para hacker ini memulainya dengan email spearfishing yang menyematkan hyperlink yang ditargetkan. Begitu target mengklik hyperlink, sebuah file akan mulai mengunduh yang menyebarkan malware, memasang backdoor yang menyediakan akses bagi para hacker ke sistem komputer. Mereka kemudian mencuri informasi pribadi dari pelanggan seperti nama, tanggal lahir, alamat, nomor telepon, alamat email, pekerjaan, dan data pendapatan, dan juga informasi yang lebih sensitif seperti identifikasi kesehatan dan nomor jaminan sosial.

Para hacker yang diduga terdeteksi oleh pihak berwenang pada Januari 2015 setelah pihak berwenang melacak mereka melalui domain terdaftar untuk digunakan dalam serangan serta Virtual private system yang digunakan untuk mencuri data. Virtual private system ini dibayar untuk menggunakan Alipay, yang mungkin telah mengarahkan petugas FBI ke Wang.

Pada Oktober 2018, Anthem membayar ke pemerintah 16 juta dolar sebagai ganti rugi dari pelanggaran privasi.

Serangan maya terhadap Anthem tidak hanya menyebabkan kerusakan pada Anthem, tetapi juga berdampak pada puluhan juta orang Amerika. Pelanggaran sewenang-wenang terhadap privasi ini tidak akan berlaku, dan kami berkomitmen untuk membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan. Dakwaan juga menyerukan kepada para terdakwa untuk kehilangan semua properti yang diperoleh atau digunakan sebagai bagian dari kampanye peretasan.

Sumber: Theverge

Share this Article

Artikel Lainnya