Faktanya, Rokok Filter Jauh Lebih Berbahaya Loh!

Share this Article

Share this Article

Kesalahpahaman perokok yang tidak mengetahui lebih bahaya mengisap rokok filter. Mungkin ada beberapa jenis rokok seperti rokok filter, rokok kretek, hingga yang popular rokok elektrik atau vape.

Peneliti sudah menguji dalama keberadaan filter rokok sebenarnya tidak bermanfaat bahkan tidak membuat perokok jauh lebih berbahaya, inilah alasannya.

Dilansir dari doktersehat, Penelitian yag dilakukan oleh para ahli dari London School of Hygiene and Tropical Medicine dan San Diego State University yang dipublikasikan dalam British Medical Journal menghasilkan fakta bahwa keberadaan filter rokok tidak akan memberikan manfaat sama sekali. Bahkan, hal ini akan membuat dampak dari merokok lebih banyak.

Hal ini disebabkan oleh adanya rasa aman saat mengisap rokok filter. Keberadaan penyaring dianggap akan membuat berbagai kandungan beracun tidak begitu banyak yang masuk ke dalam tubuh. Masalahnya adalah hal ini membuat banyak orang semakin menyepelekan bahaya merokok dan akhirnya cenderung mengisapnya lebih banyak.

“Filter untuk rokok ditemukan sekitar tahun 1950-an. Sejak dulu, hal ini dianggap sebagai cara agar rokok menjadi lebih aman karena filter ini mampu menyerap tar yang bisa memicu kanker paru. Sayangnya, anggapan ini tidak benar. Hal ini hanya trik yang dilakukan industri rokok agar dianggap lebih aman,” ucap Thomas Novotny, salah satu peneliti yang berasal dari San Diego State University.

Yang lebih mengejutkan, filter rokok ternyata terbuat dari sejenis limbah plastik berjenis selulosa asetat. Limbah ini sulit untuk diurai oleh tanah.

Karena alasan inilah kita sering melihat filter rokok yang tertinggal di tanah seperti tidak bisa terurai dalam waktu yang lama.

Sebenarnya dalam pengetahuan seperti ini, tidaklah membeda-bedakan mana yang benar atau salah. Pada dasarnya semua rokok itu tidak baik untuk kesehatan, namun disini menjelaskan bahwa lebih bahaya menghisap rokok yang ada filternya karena bahan pembuatannya.

Sumber

Share this Article

Share this Article


Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *