Fakta Dari Mengonsumsi Antibiotik Yang Bisa Berujung Kematian

Share this Article

Antibiotik dengan cepat memproses perubahan bakteri yang resisten, hal tersebut hanya dalam hitungan hari serta mereka bisa beradaptasi.

Menurut Hari Paraton selaku ketua Komite Pengendalian Resistensi Antimikrobial mengatakan bahwa terkena resistensi antibiotik itu bisa kena dalam hitungan hari.

“Jadi tidak perlu menunggu seminggu atau sebulan, kita baru minum beberapa hari itu sudah terjadi proses resistensi,” kata Hari saat bertemu media.

Hari menyangkan bahwa pemberian antibiotik itu kerap kali tidak sesuai dengan kebutuhan, bahkan membuat bakteri dalam tubuh resisten karena pengobatan yang tidak tepat. Hal tersebut karena obat yang di berikan tidak sesuai dengan kententuan bakteri yang ada.

Hari mengatakan seringkali orang terkena stroke, kemudian dia dipasang infus dan kateter, karena dokter takut terjadi infeksi lalu diberilah obat antibiotik.

“Dalam lima hari, dia bisa sesak napas, karena terjadi infeksi paru-paru,” ujar Hari.

Pasien seringkali meninggal karena kondisi tersebut, bisa juga meninggal karena disebabkan oleh infeksi bakteri resisten yang merupakan efek dari antiobiotik yang tidak tepat.

Sebab itu, masyarakat disarankan lebih bijak dalam mengonsumsi antibiotik yang diberikan oleh dokter, serta harus memerlukan edukasi tentang masalah tersebut.

Hari meyakinkan, semua itu bisa terjadi karena ketidaktahuan para dokter terkait penyakit. Hal itu juga dipicu oleh kurangnya sarana diagnostik berupa pelayanan mikrobiologi.

“Seperti infeksi paru-paru, kemungkinan bakteri A, B, C, D itu yang mana. Setiap bakteri antibiotiknya itu sendiri-sendiri,” ucap Hari.

Hari juga mengklaim bahwa berdasarkan data survey yang dihimpun KPRA pada 2013 hingga 2019. Adanya kenaikan angka bakteri yang resisten antibiotik di Indonesia, bertambahnya dari 40 persen hingga menjadi 60 persen, dan sekarang 60,4 persen.

Sumber
Foto: google

Share this Article


Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *