Diet Makanan Mentah (Raw Food Diets)

Share this Article

Diet makanan mentah menjadi populer dalam beberapa tahun terakhir, dengan gambar-gambar indah dari foto mangkuk smoothie dan cemilan di seluruh media sosial. Seperti banyak jenis diet lainnya, orang-orang perlu mencari kebenaran dan mengembangkannya ke dalam gaya hidup yang utuh.

Diet makanan mentah melibatkan hanya makan makanan mentah. Tetapi mendefinisikan ‘mentah’ lebih rumit dari yang kamu duga. Pendukung diet makanan mentah mendefinisikannya sebagai “tidak diproses dan tidak mencapai suhu lebih tinggi dari 40-48 C”. Versi yang paling strict adalah dengen tidak mengelompokkan makanan yang telah disuling, dipasteurisasi, dirawat dengan pestisida atau diproses dengan cara apa pun.

Panas bukan satu-satunya cara untuk memasak makanan. Bumbu-bumbu (mengandung asam, seperti cuka atau jus lemon) adalah suatu bentuk masakan kimia dan juga dapat mengubah struktur kimia makanan.

Kekurangan dari diet makanan mentah

  • Karena variasi makanan yang dimakan terbatas, nutrisi dan energi yang didapatkan juga terbatas. Sangat sulit untuk mendapatkan protein yang cukup, vitamin B12 dan zat besi pada diet makanan mentah yang ketat.
  • Mungkin sulit mengetahui cara mendapatkan yang terbaik dari ramuan kamu. Beberapa makanan mentah memberikan nutrisi yang cukup ketika dimakan utuh, sementara memasaknya dapat membuatnya kehilangan nutrisi.
  • Nutrisi maksimum tidak selalu berkorelasi dengan rasa yang optimal.

Keuntungan dari diet makanan mentah

  • Beberapa makanan mentah, seperti buah segar dan salad, sangat bermanfaat dimakan mentah karena mengandung sejumlah vitamin yang lebih tinggi.
  • Makanan mentah bisa cepat dan mudah disiapkan.

Share this Article


Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *