Bagaimana Jika Sabun dan Pasta Gigi Terbuat Dari Kotoran Sapi, Berani Coba?

Share this Article

Siapa sih yang enggak jijik jika mendengar kotoran sapi? Apalagi disuruh menyentuh, bisa-bisa orang langsung mual. Sebagian besar orang, menganggap kotoran sapi itu hanya sebuah limbah yang tak berguna.

Namun kotoran sapi ini bisa berguna bagi pria 49 tahun asal India, justru ditangan pria ini kotoran sapi disulap menjadi uang.

Pria bernama Ganeshan Palsamy membuat lebih dari 100 jenis kerajinan tangan dari kotoran sapi.

Kerajinan tangan yang dibuatnya seperti sebuah tangan raksasa dengan ibu jari dan telunjuk saling menempel, Piramida candi Hindu, bahkan ada wajah Buddha, semua itu adalah hasil karyanya.

Karya tersebut dibuat Ganeshan dengan dua bahan baku yaitu kotoran sapi dan air seni dari sapi peliharaannya.

“Aku hanya menyentuh kotoran sapiku, tapi tidak kotoran sapi lainnya,”katanya.

“Karena, sapi peliharaan saya merupakan keturunan asli yang diberi makan rumput serta dibiarkan merumput secara alami.”

“Jadi saya pikir itu adalah perbedaan suatu kualitas dan kemurnian kotoran,” ujarnya.

Selain Ganeshan yang mengolah kotoran sapi, ada juga Umesh Soni yang membuat bermacam sabun organik sapi. Produk ini dibuat dengan menggunakan kotoran sapi.

Produk yang sudah dibuat seperti sabun, shampo, pasta, dan produk perawatan pribadi. Itu semua ia buat dengan kotoran sapi dan urin urin, bahkan sekarang sudah mendunia dan banyak dipesan melalui toko online di India.

Dari hasil pengelolah tersebut ia mendapat omset per tahun sebesar 25 juta rupee atau sekitar Rp4,8 miliar. Kabarnya akan dibuat produk teh cair, yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan dan urin sapi suling, kemudian ramuan herbal tersebut dipanggang di atas kotoran sapi kering.

Pemerintah India mendukung produk ini, apalagi sapi merupakan hewan suci bagi umat Hindu. Sejak Februari 2019, Menteri India Narendra Modi telah membentuk Kamadhenu Aayog suatu organisasi resmi bertugas untuk menerbitkan kebijakan, untuk perlindungan sapi India.

“Aayog nantinya akan mempromosikan pertanian organik yang menggunakan urin dan kotoran sapi sebagai bio-pestisida dan pupuk,” kata Dr.Vallabhbhai Kathiria ketua Kamadhenu Aayog.

Anehnya, produk buatan Ganeshan tidak ada yang berbau busuk. Ia mengatakan kotoran dari sapi asli India telah mendapat izin agar digembalakan secara alami tidak berbau.

Sumber

Share this Article


Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *