Apakah Cara Memasak Makanan Mempengaruhi Kandungan Nutrisi di Dalamnya?

Share this Article

Share this Article

Jaman sekarang orang-orang mulai peduli terhadap apa yang mereka makan.

Cara mereka menyajikan makanan untuk memenuhi kebutuhan kalori dan nutrisinya juga berbeda-beda.

Di negara-negara barat, makanan dibekukan, dibungkus rapat, atau diproses dengan sangat teliti.

Di negara lain makanan lebih banyak disajikan dengan segar.

Cara menentukan pola makan yang ideal untuk kesehatan terletak pada industri makanan sehat global yang diperkirakan senilai 700 miliar dolar, sehingga ada banyak pendapat berbeda tentang bagaimana cara yang tepat menyajikan makanan.

Lalu, apakah memasak makanan dengan cara tertentu akan berpengaruh terhadap kandungan nutrisi di dalamnya?

Efek Memasak Makanan Secara Umum

Cara kamu memasak akan mengubah kandungan nutrisi makanan, tetapi tidak akan selalu berdampak buruk.

Beberapa metode memasak akan mengurangi kandungan vitamin atau mineral, sementara yang lain mungkin membuat nutrisi lain lebih mudah dicerna.

Para antropolog mengatakan bahwa penemuan api dan pemanfaatannya untuk memasak makanan adalah penemuan yang paling berpengaruh pada perkembangan otak manusia yang pesat.

Ada banyak variabel yang perlu dipertimbangkan ketika memasak seperti jenis makanan, kematangan, suhu makanan, dan apa metode memasak digunakan (menggoreng, merebus, memanggang dll).

Memahami efek dari cara memasak yang berbeda pada beberapa jenis sayuran akan memungkinkan kamu untuk menyesuaikan pola makan dan cara memasak kamu untuk memenuhi nutrisi harian kamu!

Efek Memasak Sayuran pada Nutrisi

Ketika memasak sayuran, kita ingin sayuran tersebut terasa lezat dan juga ingin mempertahankan nilai gizinya.

Sayuran adalah salah satu sumber vitamin, mineral, dan antioksidan terkaya dalam makanan, jadi sudah seharunya kandungan nutrisi itu tidak dikesampingkan hanya karena ingin memiliki rasa yang lezat.

Ada sedikit perdebatan bahwa merebus sayuran memiliki efek paling negatif pada nilai gizi.

Tidak hanya mineral dan vitamin yang larut ke dalam air, tetapi panas yang berkelanjutan akan menyebabkan kerusakan yang signifikan pada antioksidan dan mengurangi kemampuan radikal bebasnya.

Microwave adalah pilihan populer dan tidak berbahaya untuk sayuran seperti bawang, bayam, dan bawang putih.

Menggoreng sayuran dengan menggunakan sedikit minyak juga bukan pilihan yang salah.

Meskipun dapat mengurangi kadar antioksidan, menggunakan minyak zaitun berkualitas tinggi dapat membantu mengurangi hilangnya vitamin B dan meningkatkan kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi.

Hal ini diketahui menurunkan kadar vitamin C, tetapi ini lebih baik daripada deep frying (menggoreng dengan minyak yang banyak, makanan ditenggelamkan dalam minyak) karena cara ini meningkatkan asupan minyak dan lemak, dan mengurangi nilai gizi jika dilakukan dengan panas yang ekstrem.

Beberapa sayuran yang paling susah untuk disajikan termasuk, bayam, kacang hijau, bawang putih, dan bawang merah harus dimasak dalam waktu yang sesingkat mungkin dengan api yang sekecil mungkin dan bukan dengan air.

Alternatif terbaik untuk mengkonsumsi sayuran adalah memakannya mentah.

Sayuran segar memiliki nilai gizi yang sangat baik sementara beberapa senyawa seperti likopen (memiliki manfaat untuk mencegah kanker, menjaga kesehatan jantung, menjaga tulang tetap sehat, dll) lebih tersedia saat sayuran dimasak.

Efek Memasak Daging pada Nutrisi

Jika sayuran dianggap sebagai sumber antioksidan utama, maka daging lebih dikenal dengan sumber protein dan lemak yang utama bagi manusia.

Ketika memasak daging, nutrisi terbesar yang akan hilang adalah keluarga vitamin B (misal, vitamin B1, B2, B6, dll), sekitar 20-50% termasuk juga folat, serta vitamin K, dan E dalam jumlah kecil.

Memanggang dianggap cara terbaik untuk memasak daging karena area permukaannya yang lebih sedikit terpapar panas, sehingga dapat mencegah perusakan vitamin yang berlebihan.

Berita bagus tentang memasak daging adalah bahwa hanya sedikit protein yang hilang karena metode ini, menurut penelitian terbaru.

Berita buruknya adalah memasak daging akan mempertahankan semua kandungan kolesterolnya tetapi untuk lemak jenuhnya dapat dihilangkan dengan meniriskannya.

Walaupun protein dapat berubah bentuk, mereka masih dapat diserap oleh tubuh kita.

Pada kenyataannya, memasak daging dapat membuat protein-protein tersebut lebih mudah dikonsumsi.

Hal ini yang menjelaskan beberapa evolusi pencernaan manusia purba setelah ditemukannya api.

Cara paling sehat untuk mengkonsumsi daging “matang” ternyata adalah dengan metode pengeringan.

Memakan daging yang melalui metode pengeringan akan memberikan nutrisi yang paling banyak karena jumlah nutrisi yang hilang jauh lebih sedikit daripada metode lain.

Cara terburuk untuk memasak daging adalah dengan cara menyemur (semur), karena ini hampir seluruh permukaan daging terpapar oleh panas dan air sehingga sebagian besar vitamin yang berguna akan keluar dari makanan.

Kesimpulan

Melakukan diet yang benar-benar mentah mungkin tidak menarik bagi sebagian orang.

Tetapi ada cara yang lebih baik untuk memasak makanan yang akan membantu kamu untuk mempertahankan lebih banyak kandungan nutrisi yang ada di dalamnya.

Menyesuaikan cara memasak dengan tipe makanan adalah caranya!

sumber
sumber
sumber
gambar

Share this Article

Share this Article


Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *